Hino Profia SS1E diperkenalkan, siap rilis tahun 2017

Hino Profia SS1E diperkenalkan, siap rilis tahun 2017

Kondisi dalam negeri yang perlahan mulai kondusif, kurs mata uang yang stabil dan ditambah harga komoditas yang membaik membuat PT Hino Motor Sales Indonesia (HMSI) optimis menatap tahun 2017. Total tahun ini HMSI menargetkan penjualan 28 ribu unit kendaraan secara keseluruhan baik itu medium maupun light duty truck.

“Kami optimis bisa lebih baik. Apalagi pemerataan pembangunan insfratruktur di luar pulau Jawa tentunya akan berdampak positif bagi penjualan kami,”ungkap Santiko Wardoyo, Direktur Penjualan dan Promosi HMSI di Jakarta (2/Mar).

Langkah strategis yang ditunjukan HMSI guna mewujudkan target penjualan tersebut salah satunya memperluas jaringan penjualan, dan menargetkan lebih dari 170 diler pada tahun 2017.  Ditambah meningkatkan jaringan toko suku cadang guan menjamin ketersedian suku cadang bagi customer. Saat ini Hino telah memiliki 2.8730 toko suku cadang dan ditargetkan tumbuh menjadi 3.073 toko suku cadang.

Melalui pertambahan jaringan penjualan dan purna jual tersebut HMSI mematok target dapat menjual 14.000 unit kendaraan dan menguasai 65% pangsa psar untuk segemen medium duty truck. Serta light duty truck ditargetkan juga dapat terjual 14.000 unit atau menguasai 25% market share.

“Langkah lainnya agar bisa mencapai target tersebut strategi pada tahun ini Hino akan memproduksi unit kendaraan sebanyak-banyaknya. Pertimbangannya untuk mengejar supply and demand yang ada, sebab hingga bulan April ada beberapa tipe yang sudah dipesan oleh customer,’ tambah Santiko.

Sementara itu, untuk mendongkrak penjualan pada tahun ini HMSI mengeluarkan produk barunya di segmen Heavy Duty Truck. Hino 700 Series Profia SS1E Tractor Head, truk dengan mesin common rail ini memiliki tenaga 480 PS dengan daya angkut 55 ton yang sangat sesuai untuk angkutan berat dan muatan khusus. Truk ini diperuntukkan untuk industri seperti industri baja, minyak dan gas, alat berat dan konstruksi.

About Author

Leave Your Reply